Tujuh Hari Yasin dan Tahlil serta Doa bersama untuk Almarhum Guru PAI, Asron

    Tujuh Hari Yasin dan Tahlil serta Doa bersama untuk Almarhum Guru PAI, Asron
    Tujuh Hari Yasin dan Tahlil serta Doa bersama untuk Almarhum Guru PAI, Asron

    PURWOKERTO BARAT - Rangkaian doa tujuh hari bagi almarhum Ust Asron, Guru Pendidikan Agama Islam SMP Negeri 1 Karanglewas, kabupaten Banyumas, resmi ditutup pada Senin sore (09/03/2026).

    Kegiatan pembacaan Surah Yasin, tahlil, sholawat, dan doa yang digelar keluarga di rumah duka Karanglewas Lor sejak Selasa (03/03/2026) itu berlangsung setiap sore hari ba’da salat Ashar dan dipimpin oleh Kayim Silam Karanglewas Lor.

    Selama tujuh sore berturut-turut, ratusan jamaah terus hadir memenuhi rumah duka. Mereka terdiri dari keluarga, tetangga, sahabat, rekan guru, relasi, serta masyarakat sekitar yang dengan khusyuk melantunkan ayat suci Al-Qur’an, yasin, tahlil, kalimat toyyibah, sholawat dan doa bagi almarhum. 

    Suasana religius yang penuh haru seakan menegaskan bahwa manusia dikenang dari siapa saja yang datang mendoakan ketika ia telah berpulang.

    Perwakilan keluarga, Salis, dalam sambutan penutupannya menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf almarhum semasa hidupnya dan atas nama keluarga sohibul musibah juga mohon dimaafkan dan dimaklumi atas semua kekurangan dalam menyamjut semua jamaah, sekaligus mengucapkan terima kasih kepada seluruh jamaah yang sangat setia hadir selama tujuh hari. 

    Ia menegaskan bahwa keluarga sangat terharu atas ketulusan masyarakat yang terus memanjatkan doa bagi almarhum. 

    “Kami atas nama keluarga memohon maaf apabila selama hidup almarhum terdapat kesalahan. Kami juga menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya kepada seluruh jamaah yang dengan ikhlas hadir membaca Yasin, tahlil, dan doa. Semoga setiap kebaikan panjenengan semua dibalas Allah SWT dengan pahala dan keberkahan berlipat, ” ujarnya.

    Sementara itu, Kayim Silam yang memimpin majelis doa sekaligus mewakili jamaah menyampaikan kesaksiannya tentang pribadi almarhum. Ia menuturkan bahwa dirinya telah mengenal Ust Asron sejak kecil dan selama bergaul tidak pernah melihat almarhum marah atau bersikap keras.

    “Saya berani bersaksi almarhum adalah orang baik. Dalam bahasa Banyumasan beliau dikenal selalu nglesah, menerima dengan ikhlas apa yang menjadi ketentuan Allah SWT. Sepanjang hidupnya beliau banyak menebar kebaikan dan manfaat bagi sesama. Kami semua yakin beliau wafat dalam keadaan husnul khatimah, ” tegasnya.

    Majelis doa tersebut juga dihadiri berbagai unsur masyarakat, diantaranya perwakilan Kemenag Banyumas, Dinas Pendidikan Banyumas, Forkopimcam, LP Ma’arif NU Kabupaten Banyumas dan Kecamatan Karanglewas, sahabat dari Kelompok Kerja Madrasah, rekan Pramuka, jajaran Nahdlatul Ulama, Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU-IPPNU, para guru, relawan Baznas UPZ An Nur Purwokerto Barat, tokoh agama, toloh masyarakat, hingga sejumlah awak media yang turut memberikan penghormatan.

    Selesai acara, Istri almarhum, Nur Khasanah, Kepala MI Ma’arif NU 01 Pangebatan Karanglewas, saat ditemui awak media, menuturkan beribu-ribu ungkapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendampingi keluarga dalam masa duka. Ia memohon doa agar diberi kekuatan untuk melanjutkan amanah membesarkan tiga anak mereka.

    “Kami mohon doa agar Allah SWT memberikan ketabahan dan kekuatan kepada kami untuk melanjutkan amanah mendidik dan membesarkan anak-anak hingga tuntas. Semoga semua kebaikan panjenengan kepada almarhum dan keluarga kami dibalas Allah SWT  dengan keberkahan berlipat, ” tuturnya lirih.

    Penutupan rangkaian doa tujuh sore itu menjadi penanda berakhirnya majelis Yasin dan tahlil yang digelar keluarga. Kehadiran ratusan jamaah setiap hari menjadi bukti kuat bahwa almarhum dikenal luas sebagai pribadi yang ramah, sabar, serta bermanfaat bagi masyarakat.

    Penghujung acara, doa kembali dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan agar setiap bacaan Yasin, tahlil, dan sholawat yang dilantunkan selama tujuh hari menjadi cahaya bagi almarhum di alam kuburnya.

    Jamaah berharap Ust Asron, seorang guru, dai, dan relawan sosial yang wafat saat menyampaikan kultum Subuh Ramadhan di mimbar masjid, senantiasa mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT dengan segala kemuliaan kasih sayang-NYA.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas purwokerto barat terbaru banyumas terkini
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    GP Ansor Purwokerto Barat Siapkan Balantas...

    Artikel Berikutnya

    dul Fitri di Baiturrohim, Ribuan Jamaah...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Tony Rosyid: Sekenario mengepung Iran Sedang Berjalan
    Kodim Demak Percepat Pembangunan KDKMP Di 161 Desa   
    Nanik Sudaryati Deyang: Sanksi Tegas untuk Praktik Curang Program Makan Bergizi Gratis
    Prabowo dan Menteri Keamanan Tiongkok Bahas Stabilitas Kawasan
    Sony Sonjaya: BGN Dorong Penguatan Industri Peternakan untuk Ketahanan Pangan dan Perbaikan Gizi

    Ikuti Kami