Guyub Yasin Tahlil Doa Keluarga dan Warga Kober Kenang 1 Thn Hj. Mudyayanah dan 19 Thn H. Soebari

    Guyub Yasin Tahlil Doa Keluarga dan Warga Kober Kenang 1 Thn Hj. Mudyayanah dan 19 Thn H. Soebari
    Guyub Yasin Tahlil Doa Keluarga dan Warga Kober Kenang 1 Thn Hj. Mudyayanah dan 19 Thn H. Soebari

    PURWOKERTO BARAT - Doa Menembus zaman, suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti rumah keluarga besar almarhum almarhumah pada Ahad malam (14/12/2025). 

    Warga RT 03/01 Kelurahan Kober, Purwokerto Barat, berguyub rukun menggelar Yasin, tahlil, dan shalawat sebagai ikhtiar doa satu tahun mengenang 1 tahun wafatnya Almh. Hj. Mudyayanah (25/12/2024) dan mengenang 19 tahun wafatnya Alm. H. Soebari (25/01/2006).

    Kegiatan dipimpin Kayim Kelurahan Kober, Ust. Udin, serta dihadiri putra-putri, menantu, besan, cucu, buyut, sahabat, dan warga sekitar. Kebersamaan lintas daerah turut terjalin dengan hadirnya putra-putri dan cucu dari Solo dan Jakarta, menyatu bersama keluarga yang bermukim di wilayah Purwokerto dan Banyumas.

    Dalam tausiyah singkatnya, Ust. Udin menegaskan kemuliaan anak saleh dan salehah yang senantiasa mendoakan orang tua.

    Ia mengingatkan agar setiap anak memohon pertolongan Allah SWT agar selalu diberi bimbingan menjadi pribadi yang berbakti. 

    “Na‘udzubillah min dzalik, semoga Allah menjauhkan kita dari sikap anak yang lalai, yang enggan mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia, ” tuturnya.

    Permohonan doa juga disampaikan keluarga. Putra-putri, menantu, cucu, dan buyut almarhum memohon doa restu agar senantiasa dibimbing Allah SWT menjadi anak-anak yang saleh dan salehah, istiqamah mendoakan orang tua, serta mampu meneruskan nilai kebaikan keluarga.

    Sambutan keluarga disampaikan Manto selaku perwakilan. Ia menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas guyub rukun warga Kober, sekaligus memohon maaf atas segala kekurangan keluarga, mulai dari undangan hingga penyediaan tempat. 

    “Semoga kehadiran dan doa panjenengan semua menjadi amal kebaikan yang diterima Allah SWT, ” ujarnya.

    Lantunan Yasin, tahlil, dan shalawat serta doa pun mengalir sebagai untaian cinta lintas generasi, bahwa dzikir, doa adalah bakti yang tak terputus, jembatan abadi antara anak dan orang tua, yang terus mengetuk pintu langit meski waktu telah memisahkan raga.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    jawa tengah banyumas gus yasin purwokerto barat
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    KKG PAI Purwokerto Barat Gelar Workshop...

    Artikel Berikutnya

    Rajab Berkah Mengalir, UPZ An-Nur Rejasari...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Blok M, Magnet Ekonomi Kreatif Baru Jakarta
    Anggaran Rp268 T untuk Makan Bergizi Gratis Dongkrak Ekonomi Petani dan Nelayan
    Anak Indonesia Terlindungi, Menkomdigi Tegaskan Tak Ada Kompromi untuk Platform Digital yang Tidak Taat PP Tunas
    Rp268 Triliun untuk Makan Bergizi Gratis, Ini Skema Detail Anggarannya!
    120 Huntap Bencana Tapanuli Selatan Siap Dihuni, Jadi Pilot Project Nasional

    Ikuti Kami