Ust Asron Guru PAI Meninggal Dunia Saat Kultum Subuh di Masjid

    Ust Asron Guru PAI Meninggal Dunia Saat Kultum Subuh di Masjid
    Ust Asron Guru PAI Meninggal Dunia Saat Kultum Subuh di Masjid

    PURWOKERTO BARAT - Kabar duka menyelimuti dunia pendidikan dan keluarga besar Nahdlatul Ulama serta Baznas UPZ An Nur Purwokerto Barat di Kabupaten Banyumas. Ust Asron, Guru PAI SMP Negeri 1 Karanglewas, Relawan BAZNAS UPZ An Nur Purwokerto Barat, sekaligus Pengurus Ranting NU Karanglewas Lor, wafat pada Selasa pagi (03/03/2026) pukul 05.10 WIB saat menyampaikan kultum ba’da Subuh di Masjid Jami Al-Barokah, Kelurahan Karanglewas Lor, Kecamatan Purwokerto Barat, Jawa Tengah.

    Peristiwa tersebut terjadi dalam suasana Ramadhan, sesaat setelah Sholat Subuh berjamaah.

    Berdasarkan informasi keluarga, almarhum sedang Berdakwah pagi, persisnya pada saat menyampaikan permohonan maaf atas segala khilaf dan kesalahan selama hidupnya, lalu melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW menjelang akhir kultum/tausiyahnya. Di bagian akhir lantunan sholawat itulah, ia dipanggil pulang ke hadirat Allah SWT.

    “Almarhum meninggal dunia dalam keadaan puasa Ramadhan, selesai Sholat Subuh berjamaah di masjid, sedang mengisi kultum ba’da Subuh, menyampaikan permohonan maaf atas khilaf dan salah selama ini, serta melantunkan sholawat Nabi, ketika ajal menjemputnya, ” tegas Dofir, salah satu saudara almarhum, kepada awak media di rumah duka. 

    Pernyataan tersebut menegaskan bahwa almarhum wafat dalam suasana ibadah dan pengabdian.

    Ust Asron merupakan suami dari Nur Khasanah, Kepala MI Ma’arif NU 01 Pangebatan Karanglewas sekaligus pengurus Fatayat NU Purwokerto Barat.

    Ia meninggalkan satu istri dan tiga anak, dua putri yang tengah menempuh pendidikan di Yogyakarta, satu di perguruan tinggi dan satu di SMP &  pesantren, serta seorang putra bungsu yang masih belajar di MI dan baru saja dikhitan dua pekan lalu. Rumah duka berada di Karanglewas Lor, Purwokerto Barat.

    Ribuan pelayat dari berbagai unsur keluarga, tetangga, sahabat, instansi pendidikan, organisasi kemasyarakatan, hingga pondok pesantren memadati jalan sekitar rumah duka.

    Prosesi pelepasan jenazah dipandu oleh MC Kayim Salim, disertai sambutan keluarga dan Kepala SMP Negeri 1 Karanglewas, kemudian doa pemberangkatan sebelum dimakamkan di TPU setempat yang berjarak sekitar 200 meter dari rumah duka.

    “Dengan hati yang masih bergetar dan duka yang begitu mendalam, kami sekeluarga menyampaikan terima kasih yang setulus-tulusnya atas segala atensi, dukungan, bantuan, perhatian, dan doa dari semua pihak yang tidak dapat kami sebutkan satu per satu. Semoga setiap kebaikan yang diberikan kepada almarhum dan keluarga kami dibalas oleh Allah SWT dengan keberkahan yang berlipat.” tutur Nur Khasanah, istri almarhum, kepada awak media di rumah duka.

    Ia juga memohon dengan penuh kerendahan hati agar segala khilaf dan kesalahan almarhum semasa hidupnya dimaafkan.

    “Jika masih ada hak atau kewajiban almarhum yang belum terselesaikan, kami mohon kiranya dapat menghubungi dan menemui kami selaku keluarga, agar dapat kami tunaikan sebagaimana mestinya, ” ungkapnya lirih.

    Nur Khasanah turut memohon doa dan hadiah Al-Fatihah untuk almarhum, agar Allah SWT menganugerahkan husnul khatimah, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di sisi terbaik di hadirat-NYA.

    “Mohon doakan pula agar kami dan anak-anak, serta keluarga,  saudara yang ditinggalkan diberi ketabahan, kekuatan, dan keikhlasan menerima takdir ini yang begitu mendadak, ” pungkasnya.

    Ucapan belasungkawa terus mengalir sepanjang hari melalui kunjungan langsung, karangan bunga, pamflet duka cita, serta pesan di berbagai media sosial. Dalam pamflet yang beredar, keluarga memohon doa, Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu…, ” dan ditutup dengan harapan, “Bi Sirril Fatihah. Aamiin.

    Sebuah doa yang mengiringi kepergian seorang pendidik dan pejuang dakwah, relawan Baznas UPZ An Nur,  yang wafat dalam kemuliaan tugas.

    (Djarmanto-YF2DOI)

    banyumas purwokerto barat terkini ust asron guru pai berita duka
    Narsono Son

    Narsono Son

    Artikel Sebelumnya

    Fatayat NU Purwokerto Barat Aksi Berbagi...

    Artikel Berikutnya

    Ketua MUI Banyumas KH Taefur Arofat: Mengingkari...

    Berita terkait

    Rekomendasi

    Prancis Gelontorkan Rp1,2 T untuk Stabilkan Ekonomi Akibat Krisis Timur Tengah
    Alumni SMA Veteran Purwokerto 89 adakan Silahturahmi dan Halal Bihahal
    Dr. Naf'an: Hukum Tak Bisa Dipesan!
    Advokat Terjepit Etika, Dr. Muhd Naf’an: Kritik Tajam Penegakan Hukum yang Sarat Kepentingan
    Buron Tambang Ilegal Samin Tan Jadi Tersangka Korupsi

    Ikuti Kami