PURWOKERTO BARAT - Innaalillaahi wa innaa ilaihi rooji’uun. Telah berpulang ke rahmatullah, Mbah Putri Hj. Musliah Maemun, pada Kamis (19/02/2026) pukul 11.00 WIB di kediamannya di Jalan Achmad Zein, Pasir Kidul RT 002 RW 003, Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas.
Almarhumah, Mbah Putri dari Affa Zafran, Ibunda dari Hilda, dan Ibu mertua dari Sahabat Auliya Rachman, dikenal sebagai sosok mulia yang mengukir jejak spiritual sebagai Jamaah Haji KBIHU Arifat Purwokerto Kloter 29 SOC Rombongan dua pada tahun 2022 bersama Ketua Rombongan H. Ibnu Asaddudin selaku Tokoh Masyarakat Banyumas.

Jenazah telah dimakamkan malam itu juga ba’da sholat tarawih sekitar pukul 21.00 WIB di makam setempat dengan iringan ratusan pelayat dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan kepada awak media melalui Auliya Rachman, keluarga menyatakan,
“Kami memohon doa agar almarhumah dianugerahi husnul khatimah, diampuni segala dosa, diterima amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan keteguhan iman, kesabaran, dan ketabahan, " ungkapnya.
Informasi itu menegaskan rasa haru keluarga atas segala bentuk perhatian dan doa yang mengalir dari sahabat, saudara, dan umat.
H. Sabar Munanto, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Banyumas periode 2017–2022, turut menyampaikan, "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kehadiran dan doa panjenengan semua. Mohon dibukakan pintu maaf atas kesalahan almarhumah selama hidupnya. Semoga kebaikan panjenengan dibalas Allah SWT dengan keberkahan yang melimpah, " Sambutan tersebut disampaikan penuh penghormatan sebelum prosesi pemberangkatan jenazah.
Rais Syuriyah PCNU Banyumas masa khidmat 2023–2028, KH Drs. Mughni Labib, dalam tadzkirah pelepasan jenazah menyampaikan, bahwa kematian adalah sebuah kepastian.
"Hidup ini sementara, hari ini kita bisa takziah, esok lusa kita yang ditakziahi, akhiratlah tujuan abadi. Mari kita ikhlaskan kepergian almarhumah, memaafkan segala kekhilafan, serta terus memperbanyak amal saleh sebagai bekal pulang, ” terangnya.
Doa bersama, pembacaan Al-Fatihah, surat-surat pendek, dan tahlil singkat dan kalimat toyibah dipanjatkan, sebelum jenazah diberangkatkan ke makam.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, H. Ibnu Asaddudin, juga hadir untuk menyampaikan belasungkawa dan mendoakan almarhumah.
“Kami merasa kehilangan sosok hajjah yang bersahaja, yang tak hanya dikenal melalui ibadah hajinya, tetapi juga keteladanan sikap dan akhlaknya. Atas nama pribadi, keluarga, dan keluarga besar Kementerian Agama Kabupaten Banyumas, kami mengucapkan turut berduka cita, serta mendoakan semoga Allah melapangkan kuburnya dan menempatkannya di tempat terbaik di sisi-NYA, " tuturnya.
Selain itu, salah satu putra menantu almarhumah, Auliya Rachman, yang juga aktif sebagai anggota Ansor Purwokerto Barat dan Sekretaris UPZ An Nur Rejasari, menyampaikan,
“Atas nama keluarga besar, kami menghaturkan terima kasih atas perhatian, bantuan, dan doa dari semua pihak. Mohon dimaafkan segala khilaf almarhumah ibu mertua kami selama hidupnya. Semoga doa panjenengan semua menjadi tabungan kebaikan untuk kita semua, " tambahnya.
Kehadiran ratusan pentakziah, lintas elemen masyarakat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Banser, Ansor, serta warga sekitar, menjadi saksi nyata bahwa persaudaraan dan doa adalah hadiah terindah yang ditinggalkan untuk sang ibu yang mulia. Al-Fatihah. Aamiin.
(Djarmanto-YF2DOI)

Updates.